SEJARAH NAGARI SIANOK IV SUKU DAN SUSUNAN ADAT

13.42 http://wacanathemiracle.blogspot.com/ 0 Comments

SEJARAH NAGARI SIANOK VI Suku DAN SUSUNAN ADAT



1. Dari mana/ Siapa diperdapat keterangan-keterangan untuk menyusun sejarah ini ?
Keterangan-keterangan ini, saja perdapat dari beberapa orang ninik mamak yang pernah menjadi Kepala Negeri Sianok, antaranya Almarhum Datuak Panduko Radjo dan Datuak Panghulu Basa serta dikuatkan oleh sebagian ninik mamak yang lain yang semuanya sekarang masih hidup.

2. Watas-Watas Pemerintahan dari Kewalian Nagari Sianok Anam Suku :
Watas Nagari ini sesuai dengan keadaan tanggal proklamasi 17 Agustus 1945, sesuai pula dengan ketentuan IGOB semasa Pemerintahan Hindia Belanda, yaitu :
a. Sebelah Timur Utara dengan kota Bukit Tinggi, yang diceraikan oleh sebuah lembah yang bernama Ngarai Sianok.
b. Sebelah Selatan dengan Kewalian Nagari Koto Gadang.
c. Sebelah Barat dengan Kewalian Nagari Koto Panjang (sungaiu Jaring dan Kampung Pisang) serta Matur Hilir.

3. Terdiri dari beberapa kampung, Nagari Sianok VI Suku sekarang ?
Sama dengan dahulu (zaman terjajah), Sianok Anam Suku terdiri dari 2 (dua) kampung besar dan 2 (dua) kampung kecil. Yang menjadi kampung-kampung besar adalah Sianok dan Jambak, sementara yang dimaksud kampung-kampung kecil adalah Lambah dan Pahambek.

4. Bagaimana asal usul nama Sianok VI Suku ?
Sianok VI Suku, berarti Sianok Raja nama ini dipakai dan dipopulerkan dengan ketetapan Rapat Besar Rakyat di Lambah pada tahun 1948, diadakan oleh Komite Nasional Indonesia Daerah Sumatera Barat, dihadiri oleh saudara Marzuki Jatim sebagai Wakil Ketua KNI Sumatera Barat dan Tan Tuah Bagindo Batu, bersama beberapa orang anggota KNI dan pejabat-pejabat Pemerintah lainnya. Nama ini dimaksudkan untuk membedakan Sianok VI Suku sebagai Kewalian dan Sianok sebagai Jorong, karena dahulu untuk keseluruhan disebut Sianok saja.

5. Bagaimana sejarah Nagari ini ?
Perlu dijelaskan lebih dahulu, maka Sianok Anam Suku dinamakan demikian, karena jumlah suku yang terpakai disini adalah Enam banyaknya. Yaitu Tanjung, Singkuan, Jambak, Caniago, Sikumbang dan Guci. Dan perlu pula dijelaskan bahwa seluruh penduduk asli dari Sianok Anam Suku, baik yang tinggal di Lambah dan di Pahambek, asalnya dari Sianok. Karena ini tidak ada salahnya bila untuk keseluruhan Kewalian ini dahulu dinamakan Sianok saja.
Bekas yang dirasakan sampai sekarang adalah bahwa warga nagari ini yang sekalipun sudah turun temurun tinggal di Jambak dan Pahambek, masih saja menyebut pulang bila menghadap ke Sianok. Menurut sejarah nama Sianok berasal dari "Si" dan "Anok" nama orang yang dahulunya adalah seorang yang gagah berani dan arif bijaksana.Tapi itu tidaklah berarti bahwa Si Anok ini orang pertama kali mendiami nagari ini. Siapa sebenarnya orang yang mula-mula membuka nagari ini, tidaklah jelas sejarahnya.

Karena Sianok tempat pertama kali didiami dan di Sianok pula mula-mula terlahirnya masyarakat yang teratur, maka Sianok menjadi Koto, Ibu nagari Kewalian ini. Oleh karena itu pula disini ditempatkan dan ditemui bekas-bekasnya sampai sekarang. "Gaduang Bicaro" tempat ninik mamak dan orang 4 jenis lainnya bermufakat. Dinagari lain tempat ini dinamai "Balai Adat" tapi di Sianok ada lain sedikit. Gaduang Bicaro menurut riwayatnya yang syah, bukan tempat bermusyawarah ninik mamak dan orang-orang 4 jenis AnamSuku, tapi adalah juga menjadi gedung permufakatan besar dari ninik mamak dan pemuka-pemuka nagari di IV Koto (Di Agam Tuo kata setengah Riwayat).

Oleh karena mata penghidupan rakyat di zaman itu, hanyalah bertani makanya rakyatnya selalu berusaha mendapatkan tanah-tanah baru untuk memperluas perkebunan lama. Demikianlah asal mulanya perluasan daerah Sianok. Hutan rimba belukar dibakar dan dilateh disana diadakan pondok-pondok orang ladang yang kemudian sesuai pondok itu kemduian menjadi kampung-kampung pada waktu ini bernama Lambah, Jambak dan Pahambek. Juga termasuk Sungai Jaring yang walaupun kemudian masuk kanagarian Koto Panjang. tapi zaman dahulu adalah daerah Sianok juga.
Akan asal dari nama-nama kampung yang lain itu adalah sebagai berikut :
LAMBAH, berarti "lembah" karena tempanya rendah disini mengalir sebuah anak sungai sepanjang Ngarai.
JAMBAK, berasal dari nama dari sebuah suku yang enam, suku dari orang-orang yang mula-mula membuka tanah perladangan disana.
PAHAMBEK berari "penghembat" (sama dengan Pahambatan di Balingka), penghembat atau tempat pertanahan nagari Sianok terhadap keluar. (Oleh karena dahulu kala, akibat perebutan perluasan daerah suatu nagari sering berkelahi dengan nagari lain) di Lambah, jalan ke Pahambek sampai sekarang masih terdapat setumpak kelompokan rumah-rumah yang dinamai "Paparangan" artinya tempat berperang orang-orang dahulu itu.

Akan bukti bahwa anak nagari yang aslinya dari Sianok Anam Suku berasal dari Sianok, adalah banyak. Antaranya pembagian tanah-tanah yang kedapatan sekarang. Sebagian besar dari tanah rimba dan ladang yang ada di Jambak dan Lambah, masih dipunyai oleh penduduk nagari yang masih tinggal di Sianok. Begitupun tidak kurang-kurang pula, tanah rimba dan ladang di Sianok, yang masih dimiliki oleh penduduk nagari yang tinggal di Jambak dan Lambah.

6. Adakah disini balai-balai adat ?
Ada sampai sekarang sebagai sudah diterangkan diatas ini. Untuk kejelasannya patut juga disini ditambahkan siapa-siapa dan bagaimana caranya dahulu bersidang ditempat ini.
Yang dimaksud dengan memberikan keterangan ini (walaupun agaknya tidak tepat dengan masalah no. 6 ini) ialah segala yang ada sangkut pautnya dengan Gaduang Bicaro. Yang mempunyai hak bersidang di Gaduang Bicaro ini, tentulah ninik mamak panghulu gadang basa batuah, ditambah dengan alim ulama dan cerdik pandai yang hadirnya lebih dahulu mendapat persetujuan karapan ninik mamak itu. Hanya Imam-Chatib ada sajalah yang diakui sederajat dengan ninik mamak. Tegak sama tinggi, duduk sama rendah. Gaduang Bicaro dipergunakan untuk bermusyarawat oleh pemuda-pemuda cerdik pandai, tetapi kerapatan mereka tidak mempunyai hak menentukan menurut sepanjang adat. Kecuali bila keputusan mereka itu dibenarkan dan disahkan oleh kerapatan adat.
Kecuali dalam keadaan darutat benar, maka tidaklah boleh dan tidaklah akan menerima hak hukum segala keputusan, yang diperkatakan di luar Gaduang Bicaro. Kecuali kerapatan-kerapatan yang merupakan pelaksanaan saja dari adat yang lazim, seperti rapat batagak (MENGANGKAT) panghulu baru, yang diadakan dirumah calon panghulu itu atau dihalaman rumah dari seorang panghulu dari seorang panghulu yang baru meninggal dunia, sebelum jenazah dikuburkan dicarilah disana yang bakal gantinya. Di Gaduang Bicaro disusun pemerintahan nagari. Di Gaduang inilah diangkat dan diperhentikan sagala panghulu dan imam chatib adat. Hanya di Gaduang Bicaro jugalah segala putusan baru bersifat "ganting mamutus, biang , manabuk" sepanjang hukum adat.

7. Masuk Persekutuan ( ADAT FEDERASI ) mana Nagari ini dahulu ?
Sianok (Sianok Anam Suku) dahulu dan sampai sekarangpun termasuk dalam persekutuan nagari-nagari Ampek (ditulis : IV) Koto. Hanya daerah IV Koto inilah yang kemudiannya bertambah luas. Dizaman dahulu yang dikatakan IV Koto, terdiri dari Empat Nagari.
Mashur dengan susunan kata : Sianok Koto Gadang, Guguk Tabek Sarojo. Pada masa kemudiannya Tabek Sarojo disatukan dengan Guguk, yang pada waktu ini disebut Nagari Guguk Tabek Sarojo. Kemudian kedalam federasi ini dimaksudkan pulalah nagari-nagari Koto Tuo, Balingka (dahulunya dua nagari Pahambatan dan Koto Hilalang)., Koto Panjang (dahulunya juga dua nagari : Kampung Pisang dan Kampung Jaring), Sungai Landir nagari Malalak yang kemudian bernama Kelarasan IV Koto dan yang sekarang dinamakan Kecamatan IV Koto.
Laras (Kepala Larasan) yang terakhir adalah Datuak Kayo, panghulu nagari Koto Gadang, yang juga menjadi Ketua Federasi ini. Sejak masa Kelarasan inilah baru permufakatan-permufakatan bersifat IV Koto, boleh diadakan di nagari-nagari yang lain dari Sianok, selama yang akan dibicarakan itu berhubungan langsung dengan nagari itu sendiri. Tapi tidak boleh sekali-sekali rapat diteruskan, bila kerapatan-kerapatan itu tidak dihadiri oleh salah satu seorang ninik mamak (panghulu) dari Sianok Anam Suku. Dalam hal ini disebutkan dalam kata adat Sianok Kunci, Koto Gadang Peti.
Hanya rapat-rapat nagari yang tidak bersifat IV Koto sajalah boleh diadakan disesuatu nagari dengan tidak usah menunggu hadirnya ninik mamak dari
Sianok. Ataupun Tuangku Laras yang menjadi Ketua Federasi (persekutuan) IV Koto.


0 komentar:

ELASTISITAS

13.35 http://wacanathemiracle.blogspot.com/ 0 Comments

ELASTISITAS

            Dalam tugas ini kita akan membahas 5 point dalam materi Elastisitas ini yaitu :
1.       Pengertian Elastisitas Pemintaan & Penawaran
2.       Macam2 Elastisitas Permintaan
3.       Elastisitas Penawaran
4.       Faktor2 Yang Memperngaruhi Elastisitas Permintaan & Penawaran
5.       Kurva Elastisitas

1.      PENGERTIAN ELASTISITAS PERMINTAAN DAN PENAWARAN
Dalam ilmu ekonomi elastisitas ialah perbandingan perubahan proporsional dari sebuah variabel dengan perubahan variabel lainnya. Dengan kata lain, elastisitas mengukur seberapa besar kepekaan atau reaksi konsumen terhadap perubahan harga.
Menurut pendapat lain, Elastisitas itu sebagai berikut :
Elastisitas adalah ukuran akan seberapa besar respon para pembeli dan penjual terhadap perubahan yang terjadi pada faktor faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran.
Elatisitas adalah tingkat perubahan permintaan terhadap barang/jasa, yang diakibatkan adanya perubahan harga barang/jasa tersebut.
Untuk mengukur besar/kecilnya tingkat perubahan tersebut, diukur dengan angka-angka yang disebut Koefisien Elastisitas permintaan yang dilambangkan dengan huruf ED ( Elasticity Demand).

Kita sudah mengetahui apa itu elastisitas, Bagaimana pengertian Elastisitas Permintaan dan Penawaran.
Elastisitas Permintaan adalah Mengukur seberapa besar jumlah permintaan berubah (jumlah barang/jasa yang dibeli) akibat perubahan salah satu faktor yang mempengaruhi permintaan (ceteris paribus).
Elastisitas Penawaran adalah Ukuran  seberapa besar perubahan jumlah barang/jasa yang ditawarkan oleh produsen/penjual sebagai respon  terhadap perubahan harga .

2.      MACAM2 ELASTISITAS PERMINTAAN

1.      Elastisitas Silang
Elastisitas Silang adalah Porsentase perubahan jumlah barang yang diminta sebagai akibat adanya perubahan harga barang lain
Permintaan konsumen terhadap suatu barang tidak hanya tergantung pada harga barang tersebut. Tetapi juga pada preferensi konsumen, harga barang subsitusi dan komplementer Dan juga pendapatan.

RUMUS :


Ec = % Perubahan permintaan barang a 
          % Perubahan harga barang b

ATAU

          
     Ec =     ΔQa / Qa ΔQa x Pb
                  ΔPb / Pb  =  ΔPb     Qa


          Hubungan antara barang a dan barang b dapat digambarkan dalam table berikut :
Besaran Elastisitas
Pengaruh Kenaikan Harga Barang b
Pengaruh Penurunan Harga Barang a
Hubungan Antar Barang
Ec > 0 (positif)
Jmlh brag a yang diminta naik
Jumlah barang a yang diminta turun
Saling mengganti (subsitusi)
Ec = 0
Jmlh brag a yang diminta tidak berubah
Jumlah barang a yg diminta tidak berubah
Tidak berhubungan (independen)
Ec < 0 (negative)
Jmlh barg a yang diminta turun
Jmlh brang a yang diminta naik
Saling melengkapi (komplementer)

                Contoh Soal :
Tahun
Komputer
Laptop
P (juta)
Q (ribu)
P (juta)
Q (ribu)
2006
5
200
6
60
2007
4
300
10
40
      






1. Diketahui bahwa perkembangan permintaan computer, laptop untuk waktu 2006-2007 adalah sebagai berikut :                                       
                Tentukanlah elastisitas silang antara komputer da laptop, dan bagaimanakah hubungan antara kedua barang itu ?
Jawabannya :
Ec   = 100 x    6
                            4    x   200  = 0,75
                Dengan Ec = o,75 (>0) maka hubungan kedua barang adalah saling menggantikan.

2.      Elastisitas Pendapatan

Elastisitas Pendapatan adalah Porsentase perubahan jumlah barang yang diminta sebagai akibat adanya perubahan pendapatan (income) konsumen sebesar 1%.
Suatu perubahan (peningkatan/penurunan) daripada pendapatan konsumer akan berpengaruh terhadap permintaan berbagai barang, besarnya pengaruh perobahan tersebut diukur dengan apa yang disebut elastisitas pendapatan.

RUMUS :
     Ei =    % perubahan permintaan barang a  
                  % perubahan permintaan riil
     ATAU
   Ei =   ΔQa / Qa  = Δqa I
            ΔI / I         Δ I     Qa

 
   

                Dengan mengetahui besaran elastisitas pendapatan maka kita dapat mengelompokkan barang-barang ke dalam barang kebutuhan pokok, barang mewah atau barang inferior (barang yang rendah mutunya).
Besaran Elastisitas
Pengaruh Kenaikan Pendapatan
Pengaruh Penurunan Pendapatan
Jenis Barang
Ei < 0
Jumlah yang diminta turun
Jumlah yang diminta naik
Inferior
0 < Ei < 1
Jumlh yang diminta naik dgn % yg lebih rendah
Jumlh yang diminta turun dgn % yg lebih rendah
Kebutuhan Pokok
Ei > 0
Jumlh yang diminta naik dgn % yg lebih tinggi
Jumlh yang diminta turun dgn % yg lebih tinggi
Mewah

Contoh Soal :
1.       Diketahui bahwa perkembangan permintaan telur ayam seorang konsumen adalah sebagai berikut :

Bulan
Harga (rupiah)
Kuantitas (Kg)
Pendapatan
(ribu)
Mei
9.000
10
2.000
Juni
8.000
10,5
2.200

Tentukanlah elatisitas pendapatan dari telur ayam dan termasuk jenis barang apakah telur ayam itu ?

Jawabannya :

Ei =  0,5    x  2.000
                200   x    10         = 0,5

Dengan Ei=0,5 (>0) maka barang a(telur ayam) adalah termasuk jenis kebutuhan pokok. Angka 0,5 menunjukan bahwa pendapatan seseorang konsumen naik 1% maka akan meningkatkan permintaa akan telur ayam sebesar 0,5 %.


3.      Elastisitas Harga Pemintaan

Elastisitas Harga Permintaan adalah derajat kepekaan/ respon jumlah permintaan akibat perubahan harga barang tersebut terhadap jumlah barang  yang diminta.
Dengan porsentase perubahan pada harga dipasar, sesuai dengan hokum permintaan.

Elastisitas yang dikaitkan dengan harga barang itu sendiri. Elastisitas harga mengukur berapa persen permintaan terhadap suatu barang berubah bila harganya berubah sebesar 1%.
Elastisitas harga ini besar indeksnya dapat kurang dari, sama dengan lebih besar dari satu dan merupakan angka mutlak (absolute) sehingga permintaannya dapat dikatakan :
1.       Tidak Elastisitas ( In Elastic)
2.       Unitari ( Unity)
3.       Elastis (Elastic)


RUMUS :
 

Ed =   % perubahan jumlah barang yang diminta   ATAU
            % perubasebuthan harga barang tersebut
                                                                                                      Ed  =     ΔQ/Q = ΔQ x P  
                                                                                                                  ΔP / P  = ΔP x Q

Ket  :
ΔQ : Besarya perubahan jumlah barang yang diminta
ΔP : Besarnya perubahan jumlah harga yang diminta
P   : Harga
Q  : Jumlah barang


                      Contoh Soal :

1.       Berikut ini adalah contoh perubahan harga terhadap jmlah barang yang diminta untuk komoditi Minyak.
Komoditi
Satuan Kuantitas
Harga Awal
Harga baru
Kuantitas Awal
Kuantitas Baru
Minyak
Liter
       4.500
  5.500
500.000
460.000

Dengan menggunakan rumus elastisitas di atas amaka dapat diperoleh elastisitas permintaan Komoditi Minyak.

Jawabannya :

  Ed  =  40.000  x  4.500
              1.000   x   500.000  = 0,36

Dapat disimpulkan bahwa apabila terjadi kenaikan harga sebesar 1% maka akan terjadi penurunan jumlah permintaan barang sebesar 0,36%


3.    ELASTISITAS PENAWARAN

        Elastisitas Penawaran adalah Prosentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan sebagai akibat adanya perubahan harga sebanyak 1%.

        Didefinisikan sebagai ukuran kepekaan jumlah penawaran suatu barang dengan harga barang itu sendiri. Elastisitas penawaran mengukur persentase perubahan jumlah penawaran yang terjadi akibat persentase prubahan harga.

        RUMUS :
     
 

         Es =  % perubahan jumlah barang yang ditawarkan           ATAU
                                                 % perubahan harga
                         Es  =  ΔQs / Qs   =  ΔQs   x  P
                                   ΔP  / P      =    Δ P     Qs

 
 
                Penafsiran terhadap elastisitas penawaran sebagai berikut :
Besaran Elastisitas
Kategori Elastisitas
Pengaruh bila harga turun
Pengaruh bila harga naik
Es > 1
Elastis
Jumlah yang ditawarkan turun dengan % yang lebih besar
Jumlah yang ditawarkan naik dengan % yang lebih besar
Es < 1
Intesitas
Jumlah yang ditawarkan turun dengan % yang lebih kecil
Jumlah yang ditawarkan naik dengan % yang lebih kecil
Es = 1
Unitary Elastis
Jumlah yang ditawarkan turun dengan % yang sama
Jumlah yang ditawarkan turun dengan % yang sama
Es = ~
Elastis sempurna
Tidak menjual sama sekali
Menjual dengan segala kemampuan
Es = 0
Inelastis
Jumlah yang ditawarkan tidak berubah
Jumlah yang ditawarkan tidak berubah


  4.    FAKTOR2 YANG MEMPERNGARUHI ELASTISITAS
PERMINTAAN & PENAWARAN

v   Faktor2 yang mempengaruhi Elastisitas Permintaan
1.       Barang substitusi
2.       Tingkat kegunaan barang
3.       Proporsi pendapatan yang dibelanjakan untuk suatu barang
4.       Jangka waktu

v   Faktor2 yang mempengaruhi Elastisitas Penawaran
1.       Kesulitan melakukan penambahan produk
2.       Daya tahan produk
3.       Jangka waktu analisis
4.       Mobilitas faktor produksi
5.       Kemudahan produsen pendatang baru untuk memasuki pasar

5.    KURVA ELASTISITAS
         
1.       Kurva Elastisitas Permintaan

Hukum Permintaan
“Hubungan antara barang yang diminta dengan harga barang tersebut dimana hubungan berbanding terbalik yaitu ketika harga meningkat atau naik maka jumlah barang yang diminta akan menurun dan sebaliknya apabila harga turun jumlah barang meningkat.”

Kurva Permintaan dapat didefinisikan sebagai :
“Suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang diminta para pembeli.”

Kurva permintaan berbagai jenis barang pada umumnya menurun dari kiri ke kanan bawah. Kurva yang demikian disebabkan oleh sifat hubungan antara harga dan jumlah yang diminta yang mempunyai sifat hubungan terbalik.
kv2.jpg



        Pergeseran Kurva Permintaan

Perubahan sepanjang kurva permintaan berlaku apabila harga barang yang diminta menjadi makin tinggi atau makin menurun.
Kurva permintaan kan bergerak kekanan atau kekiri apabila terdapat perubahan – perubahan terhadap permintaan yang ditimbulkan oleh faktorfaktor bukan harga, sekiranya harga barang lain, pendapatan para pembeli dan berbagai faktor bukan harga lainnya mengalami perubahan, maka perubahan itu akan menyebabkan kurva permintaan akan pindah ke kanan atau ke kiri.

2.    Kurva Elastisitas Penawaran
                                Hukum Penawaran
“Semakin tinggi harga suatu barang, semakin banyak jumlah barang tersebut akan ditawarkan oleh para penjual. Sebaliknya, makin rendah harga suatu barang, semakin sedikit jumlah barang tersebut yang ditawarkan.”

Kurva Penawaran
Kurva penawaran dapat didefinisikan sebagai :
“Yaitu suatu kurva yang menunjukkan hubungan diantara harga suatu barang tertentu dengan jumlah barang tersebut yang ditawarkan”.

- Kalau penawaran bertambah diakibatkan oleh faktor-faktor di luar harga, maka supply bergeser ke kiri atas.
- Kalau berkurang kurva supply bergeser ke kiri atas
- Terbentuknya harga pasar ditentukan oleh mekanisme pasar


 


                        Pergeseran Kurva Penawaran

Perubahan dalam jumlah yang ditawarkan dapat berlaku sebagai akibat dari pergeseran kurva penawaran.

0 komentar: